Ilustrasi ziarah kubur (Foto: Unsplash/Muhamed Syukry)
JAKARTA - Bagi setiap Muslim, iman kepada malaikat adalah salah satu rukun iman yang wajib ditanamkan di dalam hati.
Di antara miliaran malaikat yang diciptakan Allah SWT dengan tugasnya masing-masing, ada dua nama malaikat yang dipastikan akan ditemui oleh setiap manusia tanpa terkecuali, yaitu saat melangkah masuk ke alam barzakh (alam kubur).
Setelah prosesi pemakaman selesai dan langkah kaki orang-orang yang mengantarkan jenazah mulai menjauh, alam kubur yang sunyi akan kedatangan dua sosok malaikat ini.
Kedatangan mereka bukan untuk menyiksa secara serampangan, melainkan untuk menjalankan tugas besar dari Allah SWT sebagai penguji keimanan manusia semasa hidup di dunia.
Dua malaikat yang ditugaskan khusus untuk mendatangi manusia di alam kubur adalah Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir.
Dalam berbagai literatur hadis, kedua malaikat ini digambarkan memiliki wujud yang sangat megah, berwibawa, dan dapat mendatangkan rasa gentar yang luar biasa bagi jiwa-jiwa yang tidak mempersiapkan diri.
Warna mereka digambarkan hitam kebiru-biruan dengan suara yang menggelegar laksana petir. Penggambaran fisik yang memberikan kesan berwibawa ini ditujukan agar manusia menyadari betapa sakralnya fase ujian di alam barzakh.
Tugas utama dari Malaikat Munkar dan Nakir adalah melaksanakan Fitnah Kubur, yaitu memberikan pertanyaan atau ujian teologis kepada setiap ruh yang baru saja menempati rumah barunya di liang lahat.
Mereka akan mendudukkan si mayit dan mengajukan beberapa pertanyaan mendasar mengenai prinsip-prinsip keimanan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:
- Man Rabbuka? (Siapa Tuhanmu?)
- Ma Deenuka? (Apa agamamu?)
- Man Nabiyyuka? (Siapa nabimu?)
- Ma Kitabuka? (Apa kitabmu?)
Hal yang paling mendasar untuk dipahami adalah bahwa pertanyaan-pertanyaan di alam kubur tidak bisa dijawab dengan hafalan lisan atau kecerdasan otak di dunia. Lidah manusia saat itu akan dikunci, dan yang menjawab secara otomatis adalah cerminan dari iman serta amal perbuatan nyata selama hidup.