Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Proyek Gas Alam Cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil dalam acara peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang digelar di Tanimbar, Maluku, pada Kamis (16/7).
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30%nya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil dalam keterangan resmi.
Saat mulai beroperasi, kata dia, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan menyumbang USD137,8 miliar atau setara Rp2.465 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Proyek ini juga diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku sebesar USD95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar.
Bahlil mengatakan, proyek LNG Abadi Masela direncanakan menghasilkan LNG mencapai 9,5 juta ton per tahun, ditambah kondensat hingga 35 ribu barel per hari, dan gas alam sekitar 150 juta kaki kubik per hari.
“Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor,” ujar Bahlil.
Proyek Masela diyakini oleh Bahlil berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia melalui penyediaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi CCS, proyek ini mencerminkan komitmen untuk menyediakan pasokan energi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.
Selain itu, proyek ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi perekonomian melalui investasi jangka panjang, percepatan pembangunan kawasan Indonesia Timur, serta penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.
“Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi. Ini masa konstruksi, ya,” kata Bahlil.
Selain itu, lanjut Bahlil, proyek ini diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat pasokan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri.
Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela merupakan proyek pengembangan gas alam yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional Sektor Energi di Indonesia, di mana INPEX Corporation melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd. menjadi operatornya.
Lapangan Abadi di Blok Masela, Laut Arafura, Provinsi Maluku berlokasi sekitar 12 mil dari pulau terdekat. Blok Masela berlokasi sekitar 750 km Selatan Ambon, ibu kota provinsi Maluku.
Kedalaman air di Lapangan Abadi berkisar 400–800 m. Sisi Selatan Blok Masela beririsan dengan perbatasan wilayah laut Indonesia–Australia dengan letak blok seluruhnya berada di wilayah Indonesia.