Ilustrasi anak muda ramah dengan orang tua
Katakini.com - Pergeseran nilai di era modern hari ini perlahan mengikis kepedulian generasi muda terhadap orang tua mereka.
Arus individualisme dan kesibukan mengejar eksistensi duniawi membuat banyak anak melupakan jasa besar ayah dan bundanya.
Tidak sedikit anak muda yang lebih memprioritaskan komunitas atau karier mereka ketimbang melayani orang tua yang mulai senja.
Fenomena ini menjadi alarm keras bagi umat Islam karena berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang sangat mutlak.
Allah SWT bahkan menggandengkan perintah tauhid dengan perintah berbuat baik kepada orang tua dalam Al-Qur`an.
Dalam Surah Al-Isra ayat 23, Allah SWT berfirman, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya."
Ayat tersebut dengan tegas melarang seorang anak untuk sekadar mengatakan perkataan "ah" atau membentak mereka.
Kenyataan hari ini justru memperlihatkan pengabaian emosional yang jauh lebih menyakitkan daripada sekadar ucapan kasar.
Rasulullah SAW juga menempatkan bakti kepada orang tua atau birrul walidain sebagai amalan yang paling dicintai Allah SWT.
Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, beliau menyebutkan amalan ini tepat setelah kewajiban shalat pada waktunya.
Sebaliknya, mengabaikan dan menelantarkan orang tua di masa tua mereka adalah salah satu bentuk dosa besar yang nyata.
Nabi SAW bersabda dalam hadist lain, "Celaka, celaka, celaka seseorang yang mendapati orang tuanya dalam usia lanjut namun tidak membuatnya masuk surga."
Modernitas dan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah komunikasi dan bakti, bukan justru menjadi jarak pemisah.
Oleh karena itu, pemuda Muslim harus sadar bahwa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha kedua orang tua mereka.
Semoga Allah SWT melembutkan hati generasi muda kita agar senantiasa berbakti dan memuliakan orang tua hingga akhir hayat.