• News

Venezuela Ajukan Cadangan Emas di Inggris Dicaikan untuk Korban Gempa

M.Habib Saifullah | Kamis, 09/07/2026 20:01 WIB
Venezuela Ajukan Cadangan Emas di Inggris Dicaikan untuk Korban Gempa Tim melakukan pekerjaan pembersihan puing di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di Caracas, Venezuela, pada Rabu, 24 Juni 2026. /ANTARA/Diko Betancourt - Anadolu/pri.

JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt.) Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, Rabu (8/7), mengatakan akan mengirimkan surat kepada Raja Charles III di Inggris untuk membebaskan sekitar 30 ton cadangan emas negara tersebut.

Rodriguez menyatakan tujuannya meminta pencairan emas, yang telah dibekukan di bank sentral Inggris Bank of England akibat sanksi Inggris itu, untuk mengalokasikan dana guna membantu para korban gempa bumi dahsyat di Venezuela.

Selain itu, dengan dana itu, Rodriguez ingin membangun kembali sejumlah daerah di Venezuela yang terdampak gempa bumi pada 24 Juni lalu.

"Emas tersebut milik rakyat kami dan harus digunakan untuk mengatasi konsekuensi mengerikan dan tragis yang ditimbulkan oleh gempa bumi kembar tersebut," kata Rodriguez seperti dilaporkan oleh televisi Pemerintah Venezuela.

Rodriguez mengatakan negaranya memerlukan berbagai aset kedaulatan itu untuk mempercepat rekonstruksi, meningkatkan lapangan kerja, menghidupkan kembali aktivitas ekonomi, serta memulihkan layanan pendidikan.

Dia pun menekankan perlunya pemulihan terhadap aset-aset tersebut agar dapat dialokasikan secara langsung untuk kesejahteraan sosial masyarakat terdampak bencana gempa bumi kembar yang dahsyat.

Sebelumnya, Rodriguez melakukan percakapan telepon dengan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengenai pencairan aset-aset milik Venezuela yang dibekukan.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), dua gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 melanda Venezuela pada 24 Juni dengan hanya berselang 39 detik.

Gempa bumi kembar itu menyebabkan kerusakan yang meluas serta memicu respons kemanusiaan berskala besar di tingkat nasional dan internasional.

Sumber: Anadolu