• News

Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau Saat Prosesi Adat di Lampung

M.Habib Saifullah | Senin, 29/06/2026 09:17 WIB
Makna Jokowi Injak Kepala Kerbau Saat Prosesi Adat di Lampung Momen prosesi adat Lampung saat Jokowi menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa (Foto: Kompas.com/Veri Novianto)

JAKARTA - Momen Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat prosesi adat di Lampung ramai diperbincangkan publik.

Prosesi tersebut terjadi dalam rangkaian penganugerahan gelar adat kepada Jokowi di Kedaton Keagungan Lampung, pada Sabtu (27/6).

Dalam foto dan video yang beredar di media sosial, banyak warganet yang mempertanyakan makna dari prosesi tersebut dalam budaya Lampung.

Diketahui pula bahwa Presiden ke-7 RI Jokowi menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat di Lampung tersebut.

Lantas apa makna dari prosei injak kepala kerbau dalam adat Lampung?

Mengutip dari Lampost, prosesi injak kepala kerbau dalam tradisi Cakak Pepadun sudah berlangsung lama dan memang dipraktikan oleh masyarakat Lampung.

Prosesi tersebut, merupakan bagian dari ritual adat yang telah disepakati secara internal oleh komunitas adat, yakitu berkaitan dengan legitimasi kepemimpinan, kesiapan memikul amanah, dan transformasi status sosial.

Sementara itu Tokoh Adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama, mengatakan bahwa prosesi pemberian gelar adat atau muakhi ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun lalu.

"Ini adalah bagian dari penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi," ujar Mawardi, dikutip dari CNN Indonesia.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Guntur Romli, mengkritik foto Jokowi yang terlihat menginjak kepala kerbau dalam acara di Lampung tersebut. Guntur menilai, hewan kurban dalam tradisi apa pun seharusnya tetap diperlakukan dengan hormat.

"Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," katanya.

Sebagai informasi, Jokowi melaksanakan safari politik di Lampung pada 26-28 Juni 2026. Selama tiga hari, Jokowi menghadiri konsolidasi Rakorda PSI di Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang dan Kota Bandar Lampung menerima gelar adat dari lima kerajaan adat Lampung.