Ilustrasi foto ayah dan anak shalat berjamaah di masjid
Katakini.com - Pendidikan akidah dan tauhid merupakan fondasi paling utama dalam mendidik anak bagi setiap orang tua Muslim.
Sejak usia dini, jiwa anak yang masih suci ibarat kertas putih yang siap diwarnai dengan keimanan.
Menanamkan kalimat Laa ilaha illallah menjadi langkah awal mengenalkan sang pencipta kepada buah hati kita.
Langkah mulia ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surat Luqman ayat 13 tentang wasiat utama kepada anaknya.
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: `Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.`" (QS. Luqman: 13)
Ayat mulia tersebut menegaskan bahwa larangan berbuat syirik adalah pengajaran paling mendasar dalam keluarga.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan serupa agar kalimat tauhid menjadi ucapan pertama yang didengar anak.
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda, "Bukalah lidah anak-anakmu pertama kali dengan kalimat Laa ilaha illallah."
Pendidikan tauhid yang kokoh sejak dini akan menjadi benteng ampuh dari pengaruh negatif lingkungan luar.
Anak yang mengenal Tuhannya dengan baik akan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Mereka tidak akan mudah goyah oleh badai syubhat dan syahwat yang marak di era digital ini.
Orang tua memegang amanah besar untuk terus memupuk rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya di rumah.
Mengenalkan sifat-sifat Allah melalui keindahan alam semesta bisa menjadi metode praktis yang menyenangkan bagi anak.
Mari kita selamatkan masa depan generasi muda Islam dengan mengutamakan kurikulum tauhid dalam pengasuhan.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing anak-cucu kita menjadi hamba-hamba-Nya yang bertauhid murni hingga akhir hayat.