Penyerang timnas Jerman, Nick Woltemade (Foto: Sports Mole)
JAKARTA - Tim nasional Jerman akan melakoni laga pamungkas Grup E Piala Dunia 2026 melawan Ekuador di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat pada Jumat (26/6) dini hari WIB.
Di atas kertas, armada asuhan Julian Nagelsmann jauh lebih diunggulkan untuk menyapu bersih fase grup dengan kemenangan.
Status unggulan ini tidak hanya lahir dari performa impresif Der Panzer dalam dua laga pembuka, melainkan juga didukung oleh catatan sejarah pertemuan kedua tim yang sepenuhnya memihak kepada raksasa Eropa tersebut.
Berdasarkan catatan statistik resmi, Jerman dan Ekuador tercatat baru bertemu sebanyak dua kali di seluruh kompetisi internasional.
Dari sepasang bentrokan tersebut, Jerman menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan meyakinkan tanpa sekalipun memberi celah bagi skuad La Tri untuk memetik poin.
Produktivitas gol tim peraih empat gelar juara dunia ini juga sangat dominan, di mana mereka berhasil menggelontorkan total tujuh gol dan hanya kebobolan dua kali dari dua pertemuan yang sudah berlalu.
Satu-satunya duel mereka di panggung resmi kompetisi mayor terjadi tepat dua dekade silam, yakni pada putaran final Piala Dunia 2006.
Saat itu, Jerman yang bertindak sebagai tuan rumah turnamen berhasil menundukkan Ekuador dengan skor telak tiga gol tanpa balas di babak penyisihan grup.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi generasi emas Jerman kala itu, sementara bagi Ekuador, laga tersebut menjadi pelajaran berharga dalam partisipasi terbaik sepanjang sejarah sepak bola mereka di Piala Dunia.
Tujuh tahun berselang, kedua negara kembali dipertemukan dalam sebuah laga uji coba internasional yang berlangsung pada tahun 2013.
Pertandingan yang digelar di Florida, Amerika Serikat tersebut berjalan jauh lebih terbuka dan kompetitif.
Kendati Ekuador mampu memberikan perlawanan sengit dengan menyarangkan dua gol ke gawang Jerman, Der Panzer tetap menunjukkan kelasnya sebagai kekuatan utama sepak bola dunia dengan menutup pertandingan lewat kemenangan tipis 4-2.
Menatap laga di Stadion MetLife nanti, ketimpangan rekam jejak historis ini jelas menjadi beban psikologis tambahan bagi Ekuador yang sedang berada di ujung tanduk.
Dengan koleksi tujuh gol berbanding dua gol dalam sejarah head-to-head, Jerman memiliki modal kepercayaan diri yang sangat tebal untuk menjaga kesempurnaan mereka, sekalipun Julian Nagelsmann diprediksi akan melakukan rotasi pemain demi menjaga kebugaran skuadnya di babak 32 besar.