Manager Global Club Group Ahmed Adnan Makki (tengah) dan Mahmoud Al-Alobi (kiri) di kegiatan The 16th Umrah & Hajj International Tourism Fair 2026, pada Rabu (24/6) di Jakarta (Foto: Vaza/Katakini)
JAKARTA - Penyelenggaraan pameran wisata religi The 16th Umrah, di Jakarta pada Rabu (24/6) menjadi panggung pembuktian bagi Syarikah Nadil `Alami atau Global Club Group dalam memantapkan posisinya sebagai penyedia layanan utama bagi jemaah asal Indonesia.
Perusahaan manajemen haji dan umrah terkemuka asal Arab Saudi ini langsung menggebrak awal musim 1448 Hijriah dengan menerbitkan 1.600 visa jemaah di bulan Juni.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari rangkaian agenda tahunan manajemen Global Club Group untuk memperkuat jaringan kemitraan dengan ratusan agen travel lokal di Indonesia, khususnya di kota-kota dengan basis jemaah terbesar seperti Medan, Makassar, dan Jakarta.
Manajer Global Club Group, Mahmoud Al-Alobi, menerangkan bahwa pencapaian ini meneruskan tren positif performa perusahaan pada musim sebelumnya yang sukses mengamankan dan memberangkatkan sekitar 40 ribu jemaah ke tanah suci.
"Alhamdulillah, syarikah ini sudah berdiri selama lebih kurang 40 tahun di Arab Saudi. Dan insya Allah, semua kami berikan fasilitas seperti hotel, bus, perpisahan Arab Saudi, dan apa saja yang dibutuhkan oleh para jamaah yang datang untuk menyempurnakan umrah dan ataupun haji," kata Mahmoud saat ditemui di sela-sela acara pameran di Jakarta, pada Rabu (24/6).
Di tengah dinamika regulasi baru dari Pemerintah Arab Saudi, Global Club Group memberlakukan sistem penyaringan dan kontrak yang lebih ketat bagi biro perjalanan yang ingin bergabung.
Proteksi sistem ini sengaja dirancang untuk mengeliminasi risiko kegagalan layanan yang kerap menimpa jemaah, seperti kasus ketiadaan hotel atau jemaah terlantar di Arab Saudi yang sering diberitakan di media massa.
"Jadi kita tidak hanya memberangkatkan jemaah dengan dia ada uang, asal berangkat tidak. Kita punya sistem, yaitu semua jemaah yang masuk ke Arab Saudi harus mengikuti sistem atau aturan yang dibuat oleh Arab Saudi, atau sistem atau aturan yang dibuat oleh syarikah kami," ujar Mahmoud.
Sistem preventif tersebut diikat melalui nota kesepahaman (MoU) dan kontrak resmi yang wajib dipenuhi oleh seluruh agen di Indonesia sebelum jemaah bertolak.
Skema perlindungan jemaah ini menjadi alasan utama mengapa Global Club Group tetap menjadi pilihan utama dan memiliki reputasi tinggi di pasar Indonesia dibanding kompetitor sejenis.
Selain keunggulan sistem manajemen, daya tarik utama syarikah ini terletak pada adaptasi layanan mutakhir yang berfokus penuh pada kenyamanan jemaah Indonesia.
Menyadari posisi Indonesia sebagai penyumbang jemaah umrah terbesar di dunia, Global Club Group menyediakan paket komprehensif mulai dari pengurusan visa, armada transportasi modern, hingga jaminan hotel di Mekah dan Madinah dengan fasilitas kuliner bercita rasa nusantara.
"Khusus Indonesia difasilitasi semua setiap hotel itu ada makanan atau lidah Indonesia, atau catering dari Indonesia. Jadi memang orang Indonesia difasilitasi dari Kerajaan Arab Saudinya, itu pun kami sebagai syarikah diminta untuk memfasilitasi para jamaah Indonesia," ucapnya.
Kehadiran perwakilan lokal dari Indonesia dalam struktur tim juga diklaim memotong jalur komunikasi yang birokratis, sehingga kendala teknis di lapangan dapat dimitigasi dengan respons cepat selama 24 jam penuh.
Hingga saat ini, jaringan bisnis Global Club Group telah meluas ke berbagai negara strategis di Asia Tenggara, meliputi Singapura, Malaysia, Filipina, Bangladesh, dan Pakistan, serta merambah kawasan Afrika Utara seperti Maroko.
Lewat partisipasi aktif di International Tourism Fair 2026, syarikah ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi travel-travel resmi di Indonesia untuk mendaftar sebagai penyedia (provider) visa resmi demi menjamin keamanan ibadah jemaah di musim 1448 H.