Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pidato di Ruang Roosevelt di Gedung Putih di Washington (Foto: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.co - Wakil Presiden AS J.D Vance mengatakana bahwa tindakan militer terhadap Iran masih menjadi pilihan bagi AS.
"Tindakan militer tambahan selalu menjadi salah satu opsi. Kami selalu bisa melakukannya," kata Vance dalam wawancara dengan CBN News yang dirilis pada Jumat (19/6).
Dia menambahkan AS akan mempertimbangkan tindakan tersebut jika Iran tidak mengubah sikapnya.
Pada Minggu (14/6), Iran dan AS mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman telah selesai.
Kemudian, Kamis dini hari (18/6), kedua negara menandatangani dokumen tersebut secara jarak jauh untuk menjamin berakhirnya konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Draf kesepahaman itu memberi waktu bagi Iran dan AS selama 60 hari untuk menegosiasikan kesepakatan akhir terkait isu nuklir Iran dan sanksi AS.
Selain itu, memorandum tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya dan bagi Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti