Presiden Masoud Pezeshkian (FOTO: EPA)
TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pihaknya tetap berkomitmen pada proses negosiasi untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah, tetapi tetap mempertahankan kesiapan tempur.
"Kami dengan tegas membela hak-hak rakyat dan tidak akan mundur di hadapan ancaman apa pun. Diplomasi dan pertahanan adalah sayap kekuatan nasional. Kami tidak meninggalkan baik medan perang maupun meja perundingan," kata Pezeshkian di platform X setelah pasukan Iran mengumumkan telah menghentikan serangan terhadap Israel.
Iran dan Israel saling menyerang pada Minggu (7/6) dan Senin. Eskalasi konflik itu terjadi setelah Israel menyerang pinggiran ibu kota Lebanon, di mana tempat berbagai fasilitas milik kelompok Hizbullah yang didukung Iran berada.
Iran sebelumnya memperingatkan bahwa mereka akan mengintervensi dan menyatakan telah melakukan serangan balasan, serta akan menghentikan operasinya terhadap Israel.
Ketegangan itu memunculkan pertanyaan soal nasib negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada akhir Februari. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan pihaknya dan Amerika terus bernegosiasi.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk Teheran, hingga mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Washington dan Teheran pun mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti