• News

Menag Sebut Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan Bangsa

Vaza Diva | Jum'at, 05/06/2026 15:15 WIB
Menag Sebut Santri Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan Bangsa Menteri Agama, Nasaruddin Umar saat melakukan kunjungan di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta pada Kamis (4/6) (Foto: kemenag)

YOGYAKARTA - Menteri Agama (Menag) mengajak para santri untuk mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keilmuan yang luas, serta karakter yang kuat.

Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Madrasah Mu`allimin Muhammadiyah Yogyakarta, pada Kamis (4/6).

Dalam kesempatan itu, Menag mendorong para santri untuk meneladani perjalanan hidup tokoh-tokoh besar yang berhasil mencapai kesuksesan melalui kerja keras dan kedisiplinan.

"Belajarlah dari tokoh-tokoh besar. Tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa perjuangan. Tidak ada ruginya menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu," ujar Menag.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi keilmuan Islam, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan berpikir logis semata.

Seorang pelajar juga perlu mengasah kepekaan batin dan memperkuat hubungan spiritual agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Menag menegaskan bahwa keberhasilan sejati lahir dari perpaduan antara kecerdasan intelektual, hati yang bersih, serta akhlak yang mulia.

Karena itu, para santri diminta untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman seperti keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, dan konsistensi dalam berbuat baik.

"Setinggi apa pun pendidikan seseorang, jika tidak memiliki akhlakul karimah, maka ilmunya tidak akan membawa manfaat," kata Menag.

Selain itu, Menag mengingatkan bahwa tujuan hidup tidak semata-mata mengejar kesuksesan materi. Menurutnya, keberkahan harus menjadi orientasi utama dalam setiap langkah kehidupan.

"Dalam hidup ini jangan hanya mencari yang paling tinggi, paling besar, atau paling banyak. Yang paling penting adalah keberkahan," ucapnya.

Pada kunjungan tersebut, Menag juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk mendukung pengembangan pendidikan di Mu`allimin Yogyakarta.

Bantuan itu diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu dan akhlak yang seimbang.