• Oase

Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 2026, Simak Doa hingga Hikmahnya

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 05/06/2026 13:05 WIB
Menyambut Kepulangan Jemaah Haji 2026, Simak Doa hingga Hikmahnya Ilustrasi menyambut kepulangan jemaah haji Indonesia (foto: Repubilka)

JAKARTA -  Setelah menunaikan rukun Islam kelima dan melalui perjalanan spiritual selama lebih dari 40 hari di Tanah Suci, gelombang pertama jemaah haji asal Indonesia mulai dipulangkan ke tanah air sejak Senin, 1 Juni 2026. Momen ini tak hanya dinanti-nantikan oleh keluarga dan kerabat, tetapi juga menjadi waktu yang penuh makna keislaman dan kemuliaan.

Namun dalam Islam, menyambut jemaah haji bukan sekadar seremoni atau ungkapan kegembiraan. Di balik kedatangan para tamu Allah tersebut, terdapat sunnah Rasulullah SAW yang mengajarkan umat Islam untuk menyambut mereka dengan doa, salam, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Tradisi ini memiliki makna mendalam karena jemaah haji yang baru pulang diyakini membawa keberkahan spiritual setelah menyempurnakan rukun Islam kelima.

Doa Rasulullah SAW untuk Menyambut Jemaah Haji yang Baru Pulang

Dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj dan Al-Adzkar an-Nawawiyah, Imam Nawawi meriwayatkan doa yang biasa dibaca Rasulullah SAW ketika menyambut seseorang yang kembali dari ibadah haji.

قَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ

Qabballallâhu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka.

Artinya: "Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu."

Doa ini mengandung tiga harapan besar bagi seorang haji, yakni diterimanya ibadah yang telah dijalankan, penghapusan dosa-dosa, serta keberkahan rezeki sebagai balasan atas biaya dan pengorbanan selama menjalankan ibadah.

Doa Lain yang Dianjurkan untuk Jemaah Haji

Selain doa di atas, terdapat pula doa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dan tercantum dalam Sunan Al-Baihaqi.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ

Allâhummaghfir lil hâjj, wa li man istaghfara lahul hâjj.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini."

Doa tersebut menunjukkan tingginya kedudukan seorang haji di hadapan Allah SWT. Bahkan, doa yang mereka panjatkan untuk orang lain pun memiliki keutamaan tersendiri.

Sunnah Rasulullah Saat Menyambut Kepulangan Haji

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk menyambut orang yang baru pulang haji dengan beberapa amalan sederhana namun penuh makna.

Pertama, memberikan salam kepada jemaah yang baru datang. Kedua, berjabat tangan sebagai bentuk penghormatan dan persaudaraan. Ketiga, meminta mereka mendoakan serta memohonkan ampun kepada Allah SWT.

Anjuran tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan spiritual yang telah ditempuh para jemaah selama berada di Makkah dan Madinah.

Doa Jemaah Haji Saat Hendak Memasuki Kampung Halaman

Tidak hanya keluarga dan kerabat yang dianjurkan berdoa. Orang yang baru pulang dari haji juga disunnahkan membaca doa ketika memasuki daerah asalnya. Adapn salah satu doa yang dapat dipanjatkan ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَأَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا

Allāhumma innī as’aluka khayrahā, wa khayra ahlihā, wa khayra mā fīhā; wa a‘ūdzu bika min syarrihā, wa syarri ahlihā, wa syarri mā fīhā.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kebaikan tempat ini, penduduknya, dan segala sesuatu di dalamnya. Aku berlindung dari keburukannya, keburukan penduduknya, dan keburukan apa yang ada di dalamnya.”

Makna doa tersebut adalah memohon kebaikan bagi tempat tinggal, masyarakat sekitar, serta perlindungan dari segala keburukan yang mungkin terjadi.

Doa ini menjadi simbol bahwa ibadah haji bukan akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Mengapa Menyambut Jemaah Haji Sangat Dianjurkan?

Para ulama menjelaskan bahwa menyambut kepulangan jemaah haji memiliki sejumlah hikmah yang relevan hingga saat ini.

1. Menghormati Perjuangan Ibadah yang Agung

Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan finansial yang tidak sedikit. Menyambut mereka merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut.

2. Mempererat Silaturahmi

Momen kepulangan haji sering menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar, tetangga, dan masyarakat. Kehangatan ini memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan.

3. Mengharap Keberkahan Doa

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa orang yang baru selesai berhaji memiliki kemuliaan tersendiri. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta doa.

4. Menumbuhkan Semangat Berhaji

Kepulangan jemaah haji sering kali menjadi inspirasi bagi masyarakat yang belum berkesempatan berangkat ke Tanah Suci. Kisah dan pengalaman mereka dapat membangkitkan motivasi untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah.

Dengan demikian, kepulangan jemaah haji 2026 bukan hanya peristiwa perjalanan pulang dari luar negeri. Lebih dari itu, momen ini merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mempererat persaudaraan, serta memanjatkan doa agar ibadah para haji diterima Allah SWT.

Dengan menyambut mereka melalui doa, salam, dan sikap hormat, masyarakat tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga turut merasakan keberkahan yang dibawa para tamu Allah setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci. (*)

Sumber: BPKH, NU Online, dan berbagai sumber lainnya.