Bendera Iran terlihat dalam ilustrasi ini, diambil pada 24 April 2024. REUTERS
TEHERAN - Iran akan meningkatkan operasi tempur ke medan pertempuran baru jika Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan agresi militer terhadap Iran, kata juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia pada Minggu.
“Jika musuh sekali lagi salah perhitungan dan memulai agresi terhadap Iran, mereka pasti akan menghadapi metode (perang) baru yang tidak terduga,” kata Akraminia seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Juru bicara militer itu menjelaskan bahwa metode tersebut mencakup peralatan modern dan lebih canggih, metode peperangan baru, dan yang terpenting, medan pertempuran baru.
“Dengan kata lain, perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan atau diperhitungkan musuh dalam rencana mereka,” tambahnya.
Selama masa gencatan senjata dengan AS, Iran disebut bekerja untuk memperkuat kemampuan militernya, memperbarui daftar target, menyesuaikan pelatihan tempur dengan kondisi baru, memperbaiki persenjataan defensif dan ofensif, serta melakukan pengerahan ulang yang diperlukan, ucap juru bicara itu.
Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan Amerika Serikat mengenai kemungkinan serangan balasan terhadap kapal-kapal dan salah satu pusat militernya di kawasan.
“Setiap agresi terhadap kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan kuat terhadap salah satu pusat AS di kawasan dan kapal-kapal musuh,” tulis Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan di media sosial X.
Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang target-target di Iran. Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, tanpa adanya laporan dimulainya kembali permusuhan, tetapi AS telah memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Para mediator saat ini berupaya mengatur putaran baru perundingan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti