Bendera Saudi berkibar di atas konsulat Arab Saudi (Foto: Reuters)
JAKARTA - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi selalu menahan diri atas konflik yang terjadi di Kawasan Timur Tengah.
"Kami ingin menegaskan bahwa dalam menghadapi peristiwa ini Kerajaan Arab Saudi selalu mengedepankan sikap menahan diri serta berupaya mencegah kawasan berkembang menjadi medan peperangan yang lebih luas," kata Dubes Faisal di kediamannya di Jakarta, Kamis (17/4/2026) malam.
Ia menekankan bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah darat, perairan, maupun wilayah udaranya digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
"Menegaskan bahwa kami tidak bersedia dan menolak untuk menjadikan teritorial kami, wilayah kami, laut kami, angkasa kami, menjadi tempat untuk menyerang Iran," katanya.
Menurutnya, Kerajaan Saudi terus menempuh berbagai upaya diplomatik, namun sayangnya Iran melakukan serangan kepada negara-negara Teluk termasuk Arab Saudi.
Pada kesempatan itu, Dubes kembali menegaskan bahwa Kerajaan Saudi bukan bagian dari peperangan ini.
Lebih lanjut, Faisal juga menilai dampak konflik di kawasan sangat berbahaya dan sudah terlihat jelas terhadap perekonomian serta keamanan energi secara global.
"Dampaknya tampak nyata lewat kenaikan harga tiket, harga BBM, dan harga energi, serta meningkatnya biaya dalam rantai pasok (supply chain)," katanya.