Presiden Iran Masoud Pezeshkian WANA via REUTERS
JAKARTA - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, membela Paus Leo XIV setelah pemimpin Gereja Katolik itu mendapat kritik dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Paus sebelumnya mengkritik tindakan AS terhadap Iran. Secara khusus, ia menyebut ancaman AS terhadap rakyat Iran sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Pada awal April, setelah Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengajak doa bagi personel militer, Paus dalam khotbahnya menyatakan bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan Anda melalui Allah,” tulis Pezeshkian di platform X.
Senada, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa penghinaan terhadap Paus tidak hanya “tidak kristiani” tetapi juga merupakan “serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.”
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, juga menyatakan dukungan terhadap Paus Leo XIV di tengah kritik dari Trump.
“Siapa yang menabur angin, akan menuai badai. Sementara sebagian pihak menabur dunia dengan perang, Leo XIV menabur perdamaian dengan keberanian dan keteguhan. Akan menjadi suatu kehormatan untuk menyambutnya di Spanyol dalam beberapa pekan mendatang,” kata Sanchez di X.
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga menyebut pernyataan Trump tentang Paus Leo XIV sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA