Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengecam keras serangan Israel yang mengugurkan prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.
Dasco menegaskan bahwa tindakan tersebut membahayakan keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Saya turut mengecam keras insiden yang menewaskan Praka Farizal. Serangan ini sebagai bagian dari rangkaian kejadian yang membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah konflik,” ujar Dasco, melalui akun Instagram pribadinya, Senin (30/3).
Dasco mewakili pimpinan DPR RI menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit dari Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti Kodam Iskandar Muda tersebut.
“Turut berduka cita atas meninggalnya prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 113 Jaya Sakti Kodam Iskandar Muda (IM), Praka Farizal Rhomadhoni saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon dalam tugas perdamaian dunia akibat serangan Israel di wilayah Lebanon,” kata Dasco.
Ketua Harian Partai Gerindra itu menilai, Praka Farizal sebagai sosok prajurit sejati yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
“Beliau merupakan sosok prajurit sejati yang telah mengabdikan hidupnya bagi bangsa dan negara, dengan dedikasi, keteladanan, serta pengabdian tanpa pamrih untuk Indonesia,” ujar Dasco.
Dasco mendoakan, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga Allah SWT menerima segala amal baktinya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutur Dasco.
Sebelumnya, seorang prajurit Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur akibat serangan Israel di Lebanon. Selain itu, beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, terdapat satu prajurit meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan dua lainnya luka ringan.
“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Rico, kepada Kompas.com, Senin (30/3).