Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani (Foto: DPR)
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menyoroti polemik pengumuman jalur Talent Scouting Universitas Indonesia (UI). Ia menyampaikan kekecewaan serius atas kekacauan yang dinilai merugikan calon mahasiswa.
Masalah muncul setelah hasil seleksi yang diumumkan pada Selasa (17/3) pukul 21.30 WIB tiba-tiba berubah. Sejumlah peserta yang semula dinyatakan lolos, mendadak berstatus tidak diterima dalam waktu singkat.
“Ini bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Ini menyangkut nasib dan psikologis calon mahasiswa. Mereka sudah sempat menerima ucapan selamat, lalu statusnya berubah begitu saja,” kata Lalu Hadrian dalam keterangan resminya, Rabu (18/3).
Ia menilai alasan gangguan teknis tidak bisa dijadikan pembenaran. Sebab, pengumuman awal sempat berjalan normal dan dapat diakses publik. Perubahan mendadak justru memperlihatkan adanya persoalan serius dalam sistem dan tata kelola seleksi.
“Kalau memang sistem belum siap, jangan dipaksakan diumumkan. Ini menunjukkan ada problem mendasar dalam manajemen penerimaan mahasiswa,” tegasnya.
Lalu Hadrian pun mendesak Rektor UI untuk tidak tinggal diam. Ia meminta dilakukan investigasi menyeluruh serta penyampaian klarifikasi secara terbuka kepada publik.
Lebih jauh, ia juga meminta agar peserta yang sempat dinyatakan lolos dikembalikan statusnya, demi menjamin rasa keadilan.
“Jangan sampai kepercayaan publik terhadap UI runtuh hanya karena persoalan seperti ini. Hak calon mahasiswa harus dilindungi,” ujarnya.
Menurutnya, kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas UI sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“UI harus menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas. Ini jadi alarm keras agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jalur Talent Scouting UI merupakan skema penerimaan mahasiswa untuk kelas internasional, yang ditujukan bagi calon mahasiswa dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik.
Jalur ini menyediakan dua opsi program, yakni gelar tunggal dan gelar ganda, dengan kuota terbatas.