Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (Foto: Humas MPR)
JAKARTA - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) MPR RI menggelar peringatan Nuzulul Quran dan Santunan Anak Yatim di Selasar Nusantara 5 gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Hadir dalam acara tersebut sejumlah anggota F-PKB MPR RI, KH.Yusuf Khudori sebagai penceramah, PLt Setjen MPR RI Siti Fauziah, anak-anak yatim serta pengusaha-pengusaha UMKM yang mengikuti bazar.
Ketua F-PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan istimewa salah satunya karena turunnya Al-Quran. Ia menyebutkan Al Quran merupakan sumber utama bagi umat Islam dalam menjalani hidup.
"Melalui Al Quran, umat islam bisa membedakan hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan dan hal apa saja yang buruk yang harus dihindari. Dengan begitu manusia memiliki arah yang jelas jalan yang dituju dalam menjalani hidup di dunia, sehingga kelak akan jelas kehidupan seperti apa yang ditujukan setelah ruh meninggalkan jasad kita," ujar Neng Eem.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, dalam situasi dunia yang sangat kacau seperti sekarang ini, dengan banyak perang di berbagai negara, maka sangat penting bagi kita bangsa Indonesia untuk terus menguatkan diri dengan berusaha merawat kesadaran pentingnya persatuan dan kesatuan.
"Karena dengan semakin kokohnya persatuan maka kita akan menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang dapat mengayomi dan memberikan kenyamanan bagi suku-suku di dalamnya, saling dapat tumbuh besar dan kuat, tanpa menjadi ancaman bagi bangsa lainnya," ujar Neng Eem.
Ia menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang kuat dan menjadi pelopor perdamaian. Konstitusi Indonesia menegaskan penghormatan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa lainnya.
"Karena itu, kita akan semakin kuat sebagai sebuah bangsa dengan tetap mengakui keberadaan dan kedaulatan bangsa lainnya, bukan meniadakan keberadaannya," ujar Neng Eem.
Hal senada disampaikan Plt Setjen MPR RI, Siti Fauziah. Ia menyampaikan pentingnya peringatan Nuzulul Quran dan santunan Yatim Piatu untuk mempererat hubungan antara manusia.
Sehingga, lanjutnya, persatuan dan kesatuan yang kita jadikan landasan berbangsa dan bernegara benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.