Ketua DPR RI, Puan Maharani
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengatakan komisi terkait di DPR akan meminta penjelasan kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengenai penerapan status Siaga 1 yang belakangan menjadi perhatian publik.
Puan menilai pada prinsipnya aparat militer memang harus selalu berada dalam kondisi siap siaga. Namun, menurutnya, penerbitan surat instruksi siaga tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada DPR.
“Namun kalau kemudian sampai ada keluar surat seperti itu dalam situasi seperti ini, mungkin apakah itu diperlukan atau tidak,” kata Puan usai memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
Ia menyebut penjelasan dari TNI diperlukan agar DPR memperoleh gambaran yang jelas mengenai alasan dan pertimbangan penerapan status tersebut. Dalam hal ini, komisi yang memiliki lingkup tugas di bidang pertahanan adalah Komisi I DPR.
Sebelumnya, beredar di masyarakat sebuah telegram Panglima TNI bernomor TR/283/2026 yang memuat instruksi Siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI. Instruksi itu disebut berkaitan dengan upaya mengantisipasi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam telegram tersebut terdapat tujuh poin perintah kepada satuan TNI. Salah satu di antaranya memerintahkan Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) untuk menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah masing-masing.
Selain itu, jajaran TNI juga diminta meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan pusat kegiatan ekonomi. Lokasi yang dimaksud antara lain bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga kantor milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian dari tugas utama TNI dalam menjaga keamanan negara.
“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” kata Aulia saat dikonfirmasi terkait status Siaga 1 tersebut.