Bank Indonesia
JAKARTA - Bulan Februari 2026, tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional masih berada pada level optimistis. Hal ini tercermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) yang tetap berada di atas 100.
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI), IKK pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,2. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 127,0, namun masih menunjukkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso mengatakan tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 terutama didukung oleh indeks kondisi ekonomi (IKE) saat ini.
“IKE tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan indeks pada bulan sebelumnya yang sebesar 115,1,” kata Ramdan, Senin (9/3/2026).
Bank Indonesia mencatat kenaikan IKE didorong oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya. Indeks penghasilan saat ini (IPSI), indeks ketersediaan lapangan kerja (IKLK), serta indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods (IPDG) masing-masing tercatat sebesar 125,0, 110,7, dan 112,0. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada level 123,7, 109,9, dan 111,8.
Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang juga masih berada pada zona optimistis. Indeks ekspektasi konsumen (IEK) tercatat sebesar 134,4, meskipun lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 138,8.
Bank Indonesia mencatat optimisme IEK didorong oleh ekspektasi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, serta kegiatan usaha yang masing-masing berada pada level 140,7, 131,7, dan 130,9.
Terkait kondisi keuangan rumah tangga, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi atau average propensity to consume ratio tercatat sebesar 71,6% pada Februari 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 72,3%.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang terhadap pendapatan (debt installment to income ratio) tercatat sebesar 10,6%, turun dari bulan sebelumnya yang berada di level 11,2%.
Adapun proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat sebesar 17,7%, meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 16,5%.