Kereta Cepat atau Whoosh. Foto: kcic/katakini
JAKARTA, Jurnas.com – PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menerapkan sistem keselamatan berlapis untuk memastikan operasional Kereta Cepat Whoosh tetap berjalan aman selama masa Angkutan Lebaran 1447 H/2026.
“Whoosh dirancang dengan sistem keselamatan berlapis yang terintegrasi antara kereta, jalur, dan pusat kendali. Pada periode Angkutan Lebaran, seluruh sistem yang sudah berfungsi baik sejak awal pengoperasian tersebut dipastikan bekerja optimal dengan pengawasan intensif selama 24 jam,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Dari sisi pengawasan prasarana, Whoosh didukung oleh 1.846 unit CCTV yang terpasang di sepanjang jalur utama, terowongan, stasiun, depo, gardu traksi, hingga di dalam rangkaian kereta (EMU). Seluruh perangkat tersebut terhubung langsung ke Operation Control Center (OCC) sehingga memungkinkan pemantauan visual secara real time terhadap kondisi operasional dan lingkungan di sekitar jalur.
Selain pengawasan visual, Whoosh dilengkapi sistem early warning berbasis sensor yang tersebar di sepanjang jalur. Terdapat 17 sensor kecepatan angin, 8 sensor curah hujan, 6 sensor deteksi benda asing, serta 7 perangkat Earthquake Early Warning Monitoring System (EEWMS) untuk mendeteksi gempa bumi. Sistem ini bekerja secara real time dan terintegrasi dengan pusat kendali untuk mendukung pengambilan keputusan operasional secara cepat dan presisi.
Melalui Railway Disaster Monitoring System (RDMS), parameter curah hujan dan kecepatan angin dipantau secara kontinu dengan ambang batas tertentu yang secara otomatis memicu pembatasan kecepatan hingga penghentian perjalanan apabila kondisi melampaui batas aman. Sementara itu, sistem EEWMS mampu mendeteksi gempa bumi dan secara otomatis mengaktifkan sistem pengereman darurat (emergency brake) serta sinyal merah pada sistem persinyalan.
Dari sisi pengendalian perjalanan, operasional Whoosh dikendalikan melalui sistem terintegrasi yang mencakup CTCS-3/GSMR, Centralized Traffic Control (CTC), Transportation Dispatching Management System (TDMS), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), serta sistem interlocking. Sistem tersebut memungkinkan pengaturan jarak aman antar kereta, kontrol kecepatan adaptif, serta manajemen rute dan kelistrikan traksi secara presisi dari pusat kendali.
KCIC secara rutin menjalankan Comprehensive Inspection Train (CIT) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur dan infrastruktur pendukung, serta melakukan perjalanan konfirmasi sebelum operasional harian dimulai. Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi gangguan sebelum berdampak pada perjalanan.