• News

Partai Gelora: Ali Khamenei Gugur dalam Mempertahankan Kedaulatan Negara

Aliyudin Sofyan | Minggu, 01/03/2026 21:20 WIB
Partai Gelora: Ali Khamenei Gugur dalam Mempertahankan Kedaulatan Negara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menghadiri upacara untuk memperingati Asyura, hari paling suci dalam kalender Muslim Syiah, di Teheran, Iran, 5 Juli 2025. WANA via REUTERS

JAKARTA - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyampaikan duka cita atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam agresi militer zionis Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Partai Gelora sebagaimana perasaan banyak masyarakat dunia sangat berdukacita atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Menurut Mahfuz, Ali Khamenei gugur di dalam bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Ia menilai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu, dengan gagah berani mempertahankan kedaulatan negara dan teguh membela Palestina.

“Beliau telah gugur di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah, mempertahankan kedaulatan negaranya dan teguh dalam pembelaan terhadap masyarakat dan bangsa Palestina yang terjajah oleh Israel,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, kematian Ali Khamenei tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi Zionis Israel yang didukung Amerika Serikat.

“Kematian beliau tentu saja tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi kesombongan dan ambisi penguasaan rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat,” ujarnya.

Mahfzu menilai kematian Ali Khamenei menjadi alarm kuat bagi para pemimpin negara di Kawasan Timur Tengah akan menjadi korban agresi milter Israel dan AS selanjutnya.

“Ini menjadi alarm kuat bagi semua negara di kawasan bahwa satu saat pemimpin negara-negara itu pun dapat menjadi korban agresi militer berikutnya,” ujar Mahfuz.

Serangan militer Israel yang didukung militer AS terhadap Iran, lanjut dia, akan mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

“Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” katanya.

Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

Diketahui, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat usai serangan besar-besaran yang dilakukan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2028).

Media Iran melaporkan Khamenei meninggal saat berada di kantornya. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei juga dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.

"Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi," lapor kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

Menteri Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh juga dilaporkan tewas.

Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (28/2/2026), laporan dari dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nazirsadeh tewas dalam serangan Israel di Iran hari ini.

Selain Nazirsadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.