• Info DPR

Begini Respons Adian Napitupulu soal Teror yang Dialami Ketua BEM UGM

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 25/02/2026 17:51 WIB
Begini Respons Adian Napitupulu soal Teror yang Dialami Ketua BEM UGM Anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu. Foto: dpr

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI, Adian Napitupulu, merespon terkait dugaan teror yang dialami Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Wasekjen DPP PDIP bidang Komunikasi itu menegaskan bahwa praktik intimidasi atau teror tidak lagi relevan dalam kehidupan demokrasi saat ini.

“Teror itu sudah nggak laku ya, sudah bukan zamannya. Itu zaman dulu. Kalau kemudian kita hidup di zaman sekarang, kita harus lebih beradab,” kata Adian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2).

Sekjen Pena 98 ini menilai, perbedaan pendapat dalam ruang publik, termasuk di lingkungan kampus, merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Perdebatan seharusnya disampaikan secara terbuka dan argumentatif, bukan melalui ancaman atau tekanan.

“Perbedaan pendapat itu sesuatu yang biasa. Duduk di meja sama-sama, sampaikan argumentasi masing-masing, dan biarkan rakyat menjadi jurinya,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengingatkan bahwa tindakan teror dalam bentuk apa pun hanya akan membawa kemunduran bagi bangsa. Ia meminta pihak-pihak yang melakukan intimidasi untuk menghentikan cara-cara tersebut jika ingin Indonesia semakin beradab.

“Dibandingkan teror-teror, menurut saya pelaku teror itu sudahlah, hentikan kalau kalian mau Indonesia menjadi semakin lebih beradab. Tindakan teror dalam segala bentuknya itu tidak akan membawa kita pada kemajuan, tapi membawa kita pada kemunduran,” katanya.

Menutup pernyataannya, Legislator Dapil Jabar V ini menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi, termasuk di kampus seperti Universitas Gadjah Mada agar tetap menjadi tempat bertukar gagasan secara sehat tanpa rasa takut.