• News

Iran Siap Deal Nuklir dengan AS Bisa Terwujud Cepat

M. Habib Saifullah | Rabu, 25/02/2026 09:43 WIB
Iran Siap Deal Nuklir dengan AS Bisa Terwujud Cepat Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, Selasa (24/2), mengatakan bahwa Tehran siap mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington "secepat mungkin" saat kedua pihak bersiap untuk putaran negosiasi baru di Jenewa.

Iran akan melakukan "apa pun yang diperlukan" untuk mewujudkannya, kata Takht-Ravanchi, anggota tim negosiasi Iran, dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran AS, NPR.

Dia mengatakan delegasi Iran akan memasuki ruang negosiasi di Jenewa dengan "ketulusan dan itikad baik sepenuhnya", sambil berharap niat baik tersebut akan dibalas oleh Amerika.

"Jika ada kemauan politik dari semua pihak, saya percaya kesepakatan dapat dicapai dengan sangat cepat," katanya.

Seorang diplomat veteran dan mantan duta besar Iran untuk PBB, Takht-Ravanchi juga terlibat dalam negosiasi yang mengarah pada kesepakatan nuklir penting pada 2015.

Iran dan AS telah mengadakan dua putaran negosiasi nuklir tidak langsung di bawah mediasi Oman sejak bulan lalu, menyusul upaya negara-negara regional, khususnya Turki, untuk menghidupkan kembali diplomasi nuklir yang ditangguhkan setelah serangan Israel yang didukung AS pada Juni lalu.

Setelah putaran pembicaraan terakhir di Jenewa, kedua pihak menyatakan optimisme dan mengatakan mereka telah menyepakati "prinsip-prinsip panduan" yang dapat membuka jalan bagi potensi kesepakatan.

Wakil menteri luar negeri itu mengatakan mereka bermaksud untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan pihak Amerika di Jenewa "dalam kerangka kerja yang sama" seperti di Muscat dan Jenewa.

Mengenai apakah rancangan usulan yang sedang disiapkan oleh Iran akan mencakup hal-hal di luar isu nuklir, Takht-Ravanchi mengatakan subjek negosiasi akan tetap isu nuklir, dan itu "disepakati oleh semua pihak."

Dia lebih lanjut menekankan bahwa perang akan mustahil untuk dikendalikan begitu dimulai, seraya menggambarkannya sebagai "pertaruhan nyata" dari perspektif Tehran.

"Mari kita fokus pada diplomasi, karena diplomasi akan menguntungkan semua orang. Tidak ada solusi militer untuk masalah nuklir Iran," katanya, memperingatkan bahwa seluruh kawasan akan menderita akibat perang jika pecah.

Diplomat senior itu juga menepis spekulasi bahwa Iran akan menyerang negara-negara tetangganya, seperti Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, jika terjadi perang, dengan mengatakan Iran justru akan menargetkan aset-aset AS di kawasan tersebut.

Pembicaraan yang sedang berlangsung antara Tehran dan Washington terjadi di tengah peningkatan besar-besaran kekuatan militer AS di kawasan Teluk Persia dan ancaman Presiden Donald Trump untuk mengambil tindakan militer jika pembicaraan nuklir gagal.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengadakan beberapa latihan militer sebagai bagian dari persiapan untuk kemungkinan perang.

Sumber: Anadolu