Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menghadiri Bedah Buku Politik Teknokratis di FISIP Undip, Semarang (Foto: MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk merealisasikan sejumlah kebijakan dan langkah afirmasi yang ada dalam upaya meningkatkan peran perempuan di politik.
"Diperlukan upaya kolektif semua pihak, seperti perempuan support perempuan, untuk membangun kekuatan mewujudkan peningkatan peran aktif perempuan di bidang politik," kata Lestari Moerdija dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (15/2).
Hal tersebut Lestari Moerdijat sampaikan pada acara Bedah Buku Politik Teknokratis Kemenangan Melampaui Interseksionalitas dalam Pemilu, yang digelar di Auditorium FIMENA, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/2).
Menurut Lestari, saat ini sudah mulai terlihat harapan bagi perempuan untuk terjun ke politik. Antara lain, perempuan mulai masuk parlemen dan ada sejumlah kebijakan afirmasi yang mendukung perempuan dalam sektor politik.
Namun, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, sejumlah langkah itu belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Menurut Rerie, sejumlah stigma yang melemahkan perempuan masih berkembang di sejumlah daerah, antara lain perempuan dinilai lebih emosional dan tidak rasional, serta dianggap pengganggu stabilitas.
Sehingga, jelas Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, dengan sejumlah kebijakan afirmasi yang ada saat ini, keterpilihan perempuan sebagai anggota legislatif pun masih terbilang rendah dalam mendorong peran perempuan di politik.
Rerie mencontohkan, jumlah anggota DPR RI perempuan dari daerah pemilihan Jawa Tengah pada Pemilu 2024 hanya berjumlah 16 orang (20,7%) dari 77 anggota yang terpilih.
Capaian itu, tambah dia, masih jauh dari harapan 30% keterwakilan perempuan di parlemen.
Kenyataan tersebut, tegas Rerie, memperlihatkan bahwa upaya meningkatkan peran perempuan di politik berhadapan pada situasi yang tidak mudah.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap berbagai pengalaman yang dituliskan pada buku Politik Teknokratis Kemenangan Melampaui Interseksionalitas dalam Pemilu ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memperjuangkan peningkatan keterwakilan perempuan di bidang politik.