Ilustrasi - kanker serviks (Foto: honestdocs)
JAKARTA - Peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap 4 Februari menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker.
Selama ini, kanker kerap dikaitkan dengan gejala-gejala umum seperti benjolan atau nyeri hebat, padahal tidak sedikit tanda awal kanker yang muncul secara samar dan sering diabaikan.
Banyak kasus kanker terdeteksi pada stadium lanjut karena gejalanya tidak dianggap serius sejak awal. Padahal, deteksi dini sangat berperan dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Kesadaran terhadap tanda-tanda awal yang tidak biasa menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Hari Kanker Sedunia juga menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan pada tubuh. Gejala ringan yang berlangsung lama atau muncul tanpa sebab jelas sebaiknya tidak diabaikan, karena bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan serius.
Rasa lelah yang tidak membaik meski sudah cukup istirahat bisa menjadi tanda awal kanker. Kelelahan ini berbeda dari rasa capek biasa dan sering kali disertai penurunan stamina tanpa alasan jelas.
Turunnya berat badan secara drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik patut diwaspadai. Kondisi ini dapat terjadi karena sel kanker memengaruhi metabolisme tubuh.
Kulit yang menguning, menggelap, atau muncul bercak tidak biasa bisa menjadi tanda kanker tertentu. Selain itu, luka yang sulit sembuh juga perlu mendapat perhatian medis.
Nyeri ringan yang muncul berulang tanpa penyebab jelas, terutama di bagian tubuh tertentu, bisa menjadi sinyal adanya masalah serius. Nyeri ini sering diabaikan karena dianggap keluhan biasa.
Perubahan kebiasaan buang air besar atau kecil, seperti frekuensi yang tidak normal atau adanya darah, dapat menjadi tanda kanker pada saluran pencernaan atau kemih.
Batuk yang tidak kunjung sembuh atau suara serak dalam waktu lama bisa menjadi tanda kanker pada saluran pernapasan, terutama jika tidak berkaitan dengan infeksi.
Rasa tidak nyaman atau sulit menelan yang berlangsung lama dapat mengindikasikan gangguan pada kerongkongan atau saluran pencernaan atas.