Pemerintah diminta siapkan solusi dari kebijakan tarif Amerika Serikat. (foto:ilustrasi ekspor-impor)
JAKARTA - Sepanjang tahun 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, total nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 282,91 miliar. Angka ini naik 6,15 persen dari US$ 266,53 miliar pada 2024.
Untuk ekspor migas mencapai US$ 13,07 miliar, turun 17,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 15,88 miliar.
"Total nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di gedung BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD13,07 miliar atau turun sebesar 17,69 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 7,66 persen senilai USD269,84 miliar
Andil utama peningkatan nilai ekspor non migas secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.
Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya kinerja ekspor non migas periode Januari-Desember 2025 dengan andil sebesar 10,77 persen.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Menurut tujuan negara, nilai ekspor nonmigas ke China tercatat paling tinggi sebesar US$ 64,82 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 30,96 miliar, India US$ 18,32 miliar, dan Uni Eropa US$ 19,28 miliar.