• News

AS Peringatkan Iran Terkait Latihan Militer di Selat Hormuz

M. Habib Saifullah | Sabtu, 31/01/2026 15:05 WIB
AS Peringatkan Iran Terkait Latihan Militer di Selat Hormuz Pemandangan udara pantai-pantai Iran dan pulau Qeshm di selat Hormuz (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Jumat, memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi tindakan tidak aman Garda Revolusi Iran (IRGC), menyusul pengumuman Teheran akan menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pekan depan.

CENTCOM mendesak IRGC melaksanakan latihan tersebut secara aman dan profesional, serta menghindari risiko yang tidak perlu terhadap kebebasan navigasi lalu lintas maritim internasional di salah satu jalur pelayaran terpenting dunia.

CENTCOM menegaskan akan memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat militer AS di Timur Tengah, serta tidak menoleransi tindakan IRGC yang dinilai berbahaya terhadap aset militer Amerika.

Tindakan itu mencakup penerbangan melintas di atas kapal AS saat operasi udara, penerbangan rendah atau bersenjata dengan niat tidak jelas, pendekatan kapal cepat berkecepatan tinggi di jalur tabrakan, atau pengarahan senjata ke pasukan AS.

CENTCOM kembali menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur laut internasional dan koridor perdagangan vital yang menopang stabilitas serta kemakmuran ekonomi kawasan dan pasar energi global.

Meski demikian, CENTCOM mengakui hak Iran untuk beroperasi secara profesional di wilayah udara dan perairan internasional, selama mematuhi norma keselamatan dan hukum internasional yang berlaku.

Namun, CENTCOM memperingatkan bahwa perilaku tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial dapat meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi militer, dan destabilisasi kawasan.

Militer AS, menurut CENTCOM, merupakan kekuatan dengan tingkat pelatihan dan kemampuan paling tinggi di dunia, dan akan terus beroperasi secara profesional serta mematuhi norma internasional.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir, menyusul gelombang protes nasional di Iran.

Unjuk rasa pecah di Teheran pada akhir Desember dan menyebar ke sejumlah kota lain selama hampir dua pekan, dipicu anjloknya nilai mata uang lokal dan memburuknya krisis ekonomi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan armada besar kapal perang Amerika sedang bergerak menuju Iran, seraya menuntut Teheran kembali ke meja perundingan.

Pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh, sambil menegaskan kesiapan berunding hanya dengan syarat yang adil, seimbang, dan tanpa paksaan.

Sumber: Anadolu