Ilustrasi - HP sedang dicas (Foto: Eraspace/Verizon)
JAKARTA - Charger HP kerap dianggap sebagai aksesori pelengkap yang bisa diganti dengan produk apa saja. Selama ponsel dapat terisi daya, banyak pengguna merasa tidak perlu memperhatikan kualitas adaptor maupun kabel yang digunakan.
Padahal, charger memegang peran krusial dalam menjaga kesehatan baterai dan komponen internal HP.
Dalam jangka pendek, penggunaan charger palsu atau tidak bersertifikasi memang jarang menimbulkan masalah serius. Namun, dari sisi teknis, arus listrik yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan bertahap yang tidak langsung terasa.
Dampaknya baru muncul setelah berbulan-bulan, ketika baterai mulai boros atau ponsel terasa cepat panas.
Para teknisi menyebut charger palsu sebagai “perusak senyap” pada HP. Kerusakan tidak terjadi secara instan, melainkan perlahan melalui tekanan listrik berulang yang berada di luar batas aman komponen.
Charger palsu umumnya tidak memiliki sistem pengatur tegangan yang presisi. Akibatnya, arus listrik yang masuk ke HP bisa naik-turun secara ekstrem. Kondisi ini membuat sirkuit pengisian daya bekerja lebih keras dan mempercepat keausan komponen internal.
Baterai lithium-ion sangat sensitif terhadap suhu. Charger berkualitas rendah sering menghasilkan panas berlebih karena efisiensi konversi daya yang buruk. Panas ini memicu degradasi kimia baterai dan memperpendek usia pakainya secara signifikan.
Charger resmi biasanya dilengkapi fitur overcurrent protection dan overvoltage protection. Charger palsu sering kali menghilangkan fitur ini untuk menekan biaya produksi. Tanpa perlindungan tersebut, HP menjadi lebih rentan terhadap lonjakan listrik.
Teknologi pengisian cepat bekerja dengan komunikasi dua arah antara HP dan charger. Charger palsu tidak mampu membaca atau menyesuaikan protokol ini dengan benar, sehingga membuat sistem fast charging tidak optimal dan berpotensi merusak modul daya.
Akumulasi tekanan listrik yang tidak sesuai spesifikasi menyebabkan kapasitas baterai menurun lebih cepat. Dalam jangka panjang, HP akan terasa lebih boros meski penggunaan tidak berubah.
IC power merupakan pusat pengatur distribusi daya di HP. Tegangan yang tidak stabil dapat menyebabkan IC ini bekerja di luar ambang normal, meningkatkan risiko kerusakan permanen yang biayanya tidak murah untuk diperbaiki.