• Info MPR

Terima Ketua Parlemen Korsel, Ketua MPR Perkuat Kerjasama Parlemen Indonesia-Korea

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 23/01/2026 13:41 WIB
Terima Ketua Parlemen Korsel, Ketua MPR Perkuat Kerjasama Parlemen Indonesia-Korea Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026), dalam rangka penguatan kerja sama parlemen Indonesia–Korea (Foto: MPR)

JAKARTA - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, beserta para anggota parlemen Korea Selatan di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama parlemen dan hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.

“Pertemuan ini menunjukkan persahabatan dan keakraban yang sangat kuat antara Republik Indonesia dan Korea Selatan yang sudah terjalin selama 53 tahun dan terus berkembang dengan sangat baik,” ujar Ahmad Muzani.

Muzani menekankan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki banyak kesamaan strategis, antara lain sebagai negara mitra di kawasan Asia, anggota G20, serta anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Oleh karena itu, kerja sama parlemen berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat ketahanan ekonomi.

“Dalam situasi global yang semakin tidak menentu, termasuk tantangan ekonomi dunia, peran pimpinan parlemen sangat penting untuk memastikan hubungan antarnegara tetap terjaga dengan baik dan saling menguntungkan,” katanya.

Ia juga menyoroti peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara yang terus menunjukkan arah positif. Hubungan antarparlemen ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis.

“Kerja sama ekonomi antara Korea Selatan dan Republik Indonesia selama ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” lanjut Muzani.

Selain itu, Muzani menyinggung kedekatan budaya antara kedua negara, khususnya popularitas budaya Korea di Indonesia yang telah memperkuat hubungan people to people.

“Banyak masyarakat Indonesia mengenal dan mencintai Korea Selatan. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat persahabatan kedua bangsa,” ujarnya.

Muzani berharap pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan bilateral, sekaligus memperkuat kerja sama parlemen demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Republik Indonesia maupun Korea Selatan.

Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Korea Selatan, Woo Won-shik, mengapresiasi peran strategis MPR RI. Menurutnya, MPR RI sangat berperan dalam menjaga arah kebangsaan, stabilitas pemerintahan, serta integrasi nasional.

Woo Won-shik juga menilai komposisi pimpinan MPR RI yang berasal dari berbagai partai politik sebagai bukti kuat inklusivitas demokrasi Indonesia. Ia turut menyoroti upaya MPR RI dalam memperkuat integrasi nasional melalui Sosialisasi Empat Pilar.

Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis utama Korea Selatan. Saat ini, sekitar 2.300 perusahaan Korea beroperasi di Indonesia di berbagai sektor strategis.

“Indonesia adalah sahabat istimewa Korea Selatan. Kepercayaan ini tercermin dalam kerja sama industri, termasuk pertahanan dan kendaraan listrik,” ujarnya.

Woo Won-shik berharap melalui pertemuan ini MPR RI dapat mendukung penguatan kerja sama parlemen antarnegara melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BSKAP).

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut turut hadir para Wakil Ketua MPR RI, di antaranya Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A., Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H., Dr. H. Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc., dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman, S.H.

Hadir pula Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, S.H., serta Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Hentoro Cahyono, S.H., M.H.