Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot. Foto: dpr
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menilai adopsi Generative Artificial Intelligence (Gen AI) dalam industri pariwisata nasional tidak bisa lagi dianggap sebagai opsi tambahan.
Gen AI saat ini justru menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan struktur industri pariwisata global. Dia menyoroti data global yang menunjukkan mayoritas wisatawan kini mengandalkan teknologi AI dalam menentukan destinasi dan pengalaman wisata yang diinginkan.
"Transformasi digital telah menjadikan Gen AI sebagai arsitek utama dalam personalisasi pengalaman wisata, mulai dari perencanaan perjalanan, pemesanan layanan, hingga pengelolaan hubungan dengan wisatawan," kata Banyu Biru dikutip dari keterangannya, Kamis (22/1).
Kendati begitu, Politikus PDIP ini menekankan bahwa adopsi Gen AI harus dilakukan secara terukur, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan nasional.
"Negara tidak boleh berhenti pada posisi sebagai pasar teknologi, tetapi harus memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu menjadi pengguna aktif, pengelola, bahkan inovator teknologi," ujarnya.
Banyu mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun 2026 untuk menyusun peta jalan adopsi Gen AI yang komprehensif, mencakup pelatihan dan sertifikasi SDM pariwisata, perlindungan tenaga kerja lokal, serta penguatan etika penggunaan AI.
Menurutnya, transformasi digital harus meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan, bukan menciptakan ketimpangan baru. Lebih lanjut, Banyu Biru mengingatkan bahwa kualitas pengalaman wisata kini sangat dipengaruhi oleh teknologi digital dan kesadaran keberlanjutan.
Survei Skyscanner tahun 2024 mencatat 54 persen wisatawan global merasa percaya diri menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan pada 2026.
Oleh karena itu, pengawasan implementasi AI agar berpihak pada tenaga kerja lokal menjadi agenda penting DPR dan pemerintah bersama. Komisi VII akan terus mengawal kebijakan ini demi pariwisata berdaya saing dan inklusif nasional.