Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto: WANA via REUTERS)
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menganggap Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa, kerugian materiil, dan fitnah terhadap negara.
"Kami menganggap Presiden AS bersalah atas korban jiwa, kerugian serta fitnah yang ia timbulkan terhadap bangsa Iran," kata Khamenei lewat unggahannya di medsos X, dikutip di Jakarta, Minggu (18/1).
Gelombang protes melanda Iran pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya inflasi akibat melemahnya nilai tukar mata uang rial.
Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi tersebut semakin intensif. Pada hari yang sama, akses internet di negara itu diblokir.
Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi ketika demonstran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Terdapat laporan soal korban di kalangan aparat keamanan dan demonstran.
Pada akhir Desember, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika negara itu berusaha melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklir.
Trump kemudian mengancam akan melancarkan serangan besar ke Iran jika pengunjuk rasa terbunuh. Ia juga berjanji mendukung rakyat Iran jika diperlukan.
Sumber: Sputnik