• Info MPR

Waka MPR: Ancaman Ideologi Kekerasan Salah Satu Ujian Kohesi Sosial Bangsa

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 09/01/2026 22:55 WIB
Waka MPR: Ancaman Ideologi Kekerasan Salah Satu Ujian Kohesi Sosial Bangsa Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Foto: MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, ancaman penyebaran ideologi kekerasan yang menyasar generasi penerus bangsa merupakan tantangan yang harus mendapat perhatian serius untuk segera diatasi, demi keutuhan bangsa Indonesia.

"Ancaman ideologi kekerasan merupakan salah satu ujian terhadap kohesi sosial bangsa. Penguatan ketahanan ideologi setiap anak bangsa harus konsisten ditingkatkan untuk menjawab tantangan tersebut," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/1).

Densus 88 Antiteror Polri, Rabu (7/1), menemukan komunitas media sosial yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community.

Densus menemukan setidaknya ada 70 anak di Indonesia yang menjadi anggota grup tersebut. Ke-70 anak itu tersebar di 19 provinsi dan paling banyak berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Menurut Lestari, temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk membendung derasnya upaya penyebaran ideologi yang berpotensi memicu konflik antaranak bangsa itu.

Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, propaganda ideologi kekerasan kini semakin masif menyasar generasi muda melalui berbagai platform media sosial, gim daring, dan sejumlah forum terbatas.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa nilai-nilai Pancasila harus benar-benar ditanamkan kepada setiap anak bangsa melalui langkah yang lebih kreatif dan kontekstual.

Selain itu, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat harus diwujudkan untuk membangun narasi kebinekaan dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Rerie sangat berharap berbagai upaya penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila kepada setiap anak bangsa mendapat dukungan semua pihak terkait demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berdaya saing di masa depan.