Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Foto: MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan bahwa revitalisasi sekolah di Indonesia tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, harus didorong pada pemanfaatan yang optimal dan keberlanjutan prasarana tersebut.
"Sejumlah tantangan dalam upaya revitalisasi sekolah seperti kualitas revitalisasi, aspek pemeliharaan, hingga pemanfaatan prasarana yang tidak optimal, harus menjadi perhatian serius untuk segera diatasi," kata Rerie, sapaan Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/1).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu`ti, Minggu (4/1), mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan alokasi APBN guna melanjutkan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan pada 2026.
Selain itu, ditargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga pada 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan memperoleh dukungan program tersebut.
Menurut Rerie, perencanaan yang matang sangat diperlukan dalam proses revitalisasi dan pembangunan prasarana pendidikan di tanah air. Dia berpendapat bahwa revitalisasi fisik sekolah harus diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Rerie mendorong agar upaya revitalisasi disertai dengan langkah perencanaan pemeliharaan yang matang, untuk memastikan keberlanjutan manfaat dari prasarana pendidikan tersebut.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, para pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah mampu mewujudkan tata kelola yang tepat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.
Hal itu, tegas Rerie, demi mewujudkan proses pendidikan yang berkelanjutan untuk melahirkan generasi penerus yang berdaya saing di masa depan.