• Bisnis

Periode Januari - November 2025, Ekspor Indonesia Tembus USD256,56 Miliar

Budi Wiryawan | Senin, 05/01/2026 15:05 WIB
Periode Januari - November 2025, Ekspor Indonesia Tembus USD256,56 Miliar Ilustrasi Ekspor dan Impor (Istimewa)

JAKARTA - Sepanjang periode Januari hingga November 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai ekspor Indonesia tembus USD256,56 miliar. Nilai ekspor kumulatif ini naik 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sepanjang Januari hingga November 2025 total nilai ekspor mencapai USD256,56 miliar atau naik 5,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Senin (5/1/2026).

Untuk nilai ekspor migas tercatat USD11,81 miliar atau turun sebesar 17,64 persen. Sementara itu, nilai ekspor non migas tercatat naik 7,07 persen senilai USD244,75 miliar

Andil utama peningkatan nilai ekspor non migas secara kumulatif disumbang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.

Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya kinerja ekspor non migas periode Januari-November 2025 dengan andil sebesar 10,41 persen.

Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor non migas ke China tercatat USD58,24 miliar atau naik 6,42 persen dibandingkan Januari-November 2024.

Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode tahun lalu, pada Januari-November 2025 ekspor non migas ke Amerika Serikat, ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan. Sementara ke India mengalami penurunan.

Sementara, untuk nilai ekspor hanya November 2025 mencapai USD22,52 miliar atau turun 6,60 persen dibanding November tahun lalu.

Nilai ekspor migas tercatat USD0,88 miliar atau turun 32,88 persen, sedangkan nilai ekspor non migas tercatat turun 5,09 persen dengan nilai USD21,64 miliar.

Adapun total nilai ekspor mengalami penurunan secara tahunan, utamanya didorong oleh penurunan nilai ekspor migas yaitu pada komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, serta besi dan baja.