Ilustrasi - kumpul keluarga (Foto: INSTAGRAM)
JAKARTA - Di tengah kesibukan, jarak dalam keluarga sering muncul tanpa terasa. Bukan karena kurang sayang, tetapi karena waktu lebih banyak tersita oleh pekerjaan, gawai, dan urusan masing-masing.
Padahal, kebersamaan tidak selalu harus dirayakan dengan liburan mahal, kebiasaan sederhana pun bisa membuat hubungan keluarga lebih hangat dan saling memahami.
Sediakan satu waktu khusus untuk makan bersama. Matikan TV, simpan ponsel, dan gunakan momen itu untuk saling bertanya kabar. Percakapan sederhana sering menjadi perekat yang kuat.
Satu malam dalam seminggu, gunakan untuk ngobrol, main permainan papan, atau menonton film keluarga. Yang penting: semua hadir dan terlibat.
Ketika ada yang bercerita, dengarkan sampai selesai. Rasa didengar membuat anggota keluarga merasa dihargai dan diterima.
Momen tenang seperti ini menumbuhkan rasa syukur, kedekatan, dan saling mendoakan. Nilainya sederhana, tapi sangat bermakna.
Membersihkan rumah, menata ulang ruang tamu, atau berkebun bersama. Selain rumah rapi, ada rasa kebersamaan karena dikerjakan secara gotong royong.
Prestasi sekolah, keberanian mencoba hal baru, atau sekadar konsisten belajar. Ucapan selamat dan pelukan sederhana sudah cukup membuat hati hangat.
Misalnya sarapan bersama di akhir pekan, piknik murah di taman, atau membaca cerita sebelum tidur. Tradisi kecil ini akan selalu dikenang anak-anak hingga dewasa.