JAKARTA – Hari ini, Minggu (31/8/2021), Presiden Prabowo Subianto memanggil para pemimpin partai politik dan sekaligus mengumumkan beberapa hal yang menjadi salah satu tuntutan para pengunjuk rasa, seperti menjamin kebebasan menyampaikan pendapat, menghapus tunjangan, dan memortorium kunjungan ke luar negeri.
Langkah Prabowo itu untuk meredam gelombang demonstrasi dan aksi unjuk rasa yang masih terus berlanjut di berbagai wilayah di Indonesia. Dan di tengah aksi tersebut juga terdapat aksi geruduk masa ke beberapa rumah anggota DPR, massa mengambil barang barang yang ada di rumah tersebut.
Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menyambut baik apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo. Langkah tersebut menurut Frans sudah cukup tepat dan baik di tengah suasana dan eskalasi situasi keamanan yang cukup tinggi.
“Apa yang disampaikan Prabowo menurut saya sudah mampu menjawab apa yang diinginkan dalam demo, dan Prabowo sudah menunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat,” tutur Frans.
Menurutnya, Kalaupun ada tuntutan Kapolri Jendral Listyo Sigit mundur atau diberhentikan, hal itu perkembangan demo yang lumrah, karena dinamika di lapangan terkadang berkembang begitu cepat, “tetapi ucapan Presiden menjamin kebebasan berpendapat di negara ini, bagi saya sangat baik, karena ada jaminan dari negara.”
Mengenai aksi penjarahan, aktivis 1998 ini mengaku sangat mengejutkan kenapa hal itu terjadi. Menurutnya, aksi penjarahan ini perlu diteliti lebih lanjut.
Kendati demikian, kata Frans Saragih, apa yang disampaikan Prabowo mengenai penghapusan tunjangan, fasilitas serta moratorium kunjungan ke luar negeri ini sangat baik.
“Dalam hal komunikasi politik, Presiden Prabowo sudah berhasil menyampaikan jawaban atas keinginan pengunjuk rasa,” jelas Frans.
“Meskipun demikian, Presiden Prabowo masih perlu mengambil langkah cepat dan strategis di tengah tuntutan dan eskalasi yang begitu tinggi. Saya meyakini bahwa masyarakat akan mendukung penuh langkah yang diambil oleh Presiden Prabowo,” tutup Frans.