Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bereaksi saat menghadiri konferensi pers usai KTT Alaska, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. REUTERS
WASHINGTON - Amerika Serikat akan terus berusaha menciptakan skenario untuk membantu mengakhiri perang Rusia di Ukraina, tetapi itu mungkin mustahil, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada CBS pada hari Minggu.
"Jika perdamaian tidak mungkin tercapai di sini dan ini hanya akan terus berlanjut sebagai perang, ribuan orang akan terus mati, sayangnya kita mungkin akan berakhir di sana, tetapi kita tidak ingin berakhir di sana," kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan "Face the Nation."
Para pemimpin Eropa akan mendampingi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk bertemu Donald Trump di Washington pada hari Senin, berupaya untuk mendukungnya sementara presiden AS mendesak Ukraina untuk menerima kesepakatan damai yang cepat setelah pertemuan Trump dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat.
"Ada hal-hal yang dibahas sebagai bagian dari pertemuan ini yang berpotensi untuk terobosan, yang berpotensi untuk kemajuan," kata Rubio, menambahkan bahwa topik yang akan dibahas akan mencakup jaminan keamanan untuk Ukraina.
Menurut sumber, Trump dan Putin membahas proposal bagi Rusia untuk melepaskan sebagian kecil wilayah Ukraina yang diduduki dengan imbalan Ukraina menyerahkan sebagian besar wilayah berbenteng di timur dan membekukan garis depan di tempat lain.
Rubio mengatakan kedua belah pihak perlu membuat konsesi jika kesepakatan damai ingin dicapai.