Ilustrasi - tidur (Foto: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Mendengkur sering dianggap hal remeh, bisa jadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius, seperti sleep apnea.
Suara keras yang terdengar saat tidur ini muncul ketika aliran udara melalui saluran pernapasan terhambat sebagian. Menurut Rosmala (2010), penyumbatan ini disebabkan oleh kegagalan otot-otot tenggorokan dalam mempertahankan saluran napas agar tetap terbuka.
Dikutip dari beberapa sumber, menurut studi yang dilakukan pada 1970-an, sekitar 40% pria dan 28% wanita mendengkur, dan prevalensi ini meningkat seiring bertambahnya usia. Data terbaru menunjukkan bahwa 44% pria dan 28% wanita berusia 30-60 tahun mengalami kondisi ini.
Mendengkur bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti otot tenggorokan yang mengendur saat tidur, pembesaran amandel, obesitas, konsumsi alkohol, dan posisi tidur terlentang.
Dalam kasus yang lebih parah, mendengkur dapat menjadi gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA), yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit jantung, stroke, dan masalah kognitif. Selain itu, tidur yang terganggu akibat mendengkur dapat merusak hubungan sosial, terutama hubungan pasangan.
Cleveland Clinic (2023) menyarankan untuk segera mencari bantuan medis jika mendengkur disertai gejala-gejala seperti kantuk berlebihan di siang hari, sakit kepala, dan kesulitan konsentrasi.
Untuk mendiagnosis penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan. Jika diperlukan, studi tidur (polisomnografi) dapat dilakukan untuk menganalisis kondisi tidur seseorang.
Sebagian besar kasus mendengkur dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, tidur miring, dan menghindari alkohol serta obat penenang sebelum tidur. Jika itu tidak cukup, pengobatan medis seperti CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) atau alat oral untuk menjaga saluran napas tetap terbuka bisa menjadi solusi.
Dari perspektif Islam, sakit tidak dianggap hanya sebagai musibah, tetapi sebagai ujian dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti yang disebutkan dalam hadis, setiap penyakit yang dialami oleh seorang Muslim dapat menghapus dosa-dosanya.
Doa untuk kesembuhan, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sangat dianjurkan untuk memohon kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dengan doa dan usaha, umat Islam percaya bahwa segala sesuatu kembali kepada takdir Allah.
Kesadaran akan bahaya mendengkur dan langkah-langkah untuk mengatasinya—baik secara medis maupun spiritual—dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan, serta mendekatkan diri kepada Allah dalam prosesnya.