Bukan soal simpan pinjamnya saja, melainkan berkenaan dengan produk, menjual produk, termasuk produk-produk yang halal, itu kan juga bagian dari syariahnya
Ekonomi syariah bukan sekadar alternatif. Ia adalah instrumen ibadah sosial untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat
Kemendes PDT gandeng Bank Syariah Indonesia untuk memperkuat ekonomi di desa
Ekonomi digital Indonesia tumbuh cepat dan menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Untuk mengoptimalkan potensi industri halal global yang diperkirakan mencapai US$ 3,36 triliun pada 2028, diperlukan strategi industrialisasi yang lebih agresif.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2 triliun
Pemilihan Bali sebagai sebagai tempat Silaksana karena pulau ini dianggap sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang menjadi pusat perhatian dalam pengembangan ekosistem halal dan keuangan syariah digital.
Nilai transaksi itu dihasilkan dari sebanyak 16.369 investor syariah (saham) yang aktif per Juni 2025
Produk halal Indonesia berkontribusi sebesar 80% terhadap pasar internasional
Muhammadiyah akan memulai langkahnya dengan mendirikan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) yang berfungsi sebagai prototipe
Data April 2025, total aset perbankan syariah nasional telah mencapai Rp954,51 triliun atau tumbuh 8,54 persen year on year (yoy)
Tren digitalisasi membawa perubahan besar dalam pola konsumsi dan investasi masyarakat, terutama di kalangan anak muda.
Sepanjang 2024 ini PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) catatkan laba bersih senilai Rp7,01 triliun Angka ini tumbuh 22,83 persen secara tahunan
Kuasai 100 Persen Saham, BTN Akuisisi Bank Victoria Syariah
Di Indonesia, UMKM menyerap 97% angkatan kerja.
Pasar halal global terus berkembang, dengan estimasi nilai mencapai USD 619,47 miliar pada 2029.
Sinergi yang semakin erat di antara seluruh pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, pemerintah, pelaku UMKM, industri dan lembaga jasa keuangan,
Terhitung total nilai transaksi saham syariah pada paruh pertama 2024 menembus Rp2,2 triliun, dengan volume 5,8 miliar saham
Pedoman Produk Pembiayaan Musyarakah Perbankan Syariah merupakan pedoman kedua setelah pada 2023