Kalau sebuah bangsa lupa terhadap sejarah bangsanya, maka kita sudah tidak ada gunanya berbangsa. MPR RI memprakarsai kegiatan seperti ini agar kita selalu ingat berbangsa dan bernegara
Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka secara resmi Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2025
Waka MPR Ajak Mahasiswa Berkolaborasi dalam KKBP
Siti Fauziah: Perlu Perspektif Empat Pilar MPR RI dalam Pembangunan
Syarief Hasan mengajak peserta sosialisasi untuk memperkuat komitmen terhadap Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).
Menurut Fadel Muhammad, suara rakyat siapapun dia, termasuk ibu-ibu akan menentukan arah bangsa ini ke depan.
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menegaskan bahwa pondasi, ideologi dan dasar negara Indonesia satu-satunya adalah Pancasila, tidak bisa dirubah dan bukan untuk diperdebatkan lagi.
Bamsoet bersama Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara akan bekerjasama mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI di dunia digital.
ika ada UU yang bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 maka UU itu bisa dibatalkan, disesuaikan atau direvisi. UUD 1945 sudah mengalami empat kali perubahan atau amandemen
Pelibatan organisasi kemahasiswaan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak lepas dari keberadaan mereka yang memiliki peran penting dan strategis.
Nilai-nilai Empat Pilar MPR yang digali dari nilai-nilai hidup yang tumbuh di berbagai komunitas tanah air, sudah sepantasnya dikembalikan pada komunitas sebagai perawat utamanya.
Dirinya dinilai sukses membawa MPR RI membantu berbagai program kerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.
Sosialisasi Empat Pilar diperlukan sebagai “vaksinasi ideologi” agar menghadirkan pemahaman yang utuh dan benar soal relasi antara berbangsa dan bernegara dengan berIslam, agama yang dianut oleh mayoritas mutlak penduduk Indonesia.
Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan hanya disosialisasikan kepada masyarakat, tapi juga konkret dan dirasakan masyarakat.
Generasi muda saat ini semestinya bisa lebih berdaya inovasi dan kreatif yang lebih kuat dibanding masa mudanya dahulu karena faktor kemajuan jaman.
Berdasarkan catatan Badan Intelijen Negara (BIN), pemuda dan remaja yang berusia 17 sampai dengan 24 tahun adalah kelompok usia yang menjadi target utama penyebaran paham radikalisme.
Tak seorang pun akan menjadi Pancasilais kalau dia tidak membuat dirinya Pancasilais. Negara kita tidak akan menjadi negara Pancasila jika kita tidak membuatnya terus menerus.
Indonesia menghadap ancaman yang nyata dengan beragam cara dan motifnya.
Buku Digital ini berisi informasi atau berita kegiatan Pimpinan dan Anggota MPR, majalah terbitan MPR, jurnal, prociding, hasil kajian, dan hasil penyerapan aspirasi masyarakat.
Saya mengatakan buku ini komprehensif dan bagus sekali untuk mahasiswa dan juga untuk sosialisasi Empat Pilar MPR.