"Efisiensi ini tidak hanya bermanfaat bagi industri telekomunikasi saja, namun juga dapat diaplikasikan pada berbagai bidang lainnya. Seperti pemerintahan untuk memangkas birokrasi, penyediaan fasilitas umum yang serba otonom, peralatan medis yang modern dan canggih, dan sistem transportasi publik yang terintegrasi," jelas Bamsoet.
"Tanpa dukungan pemuda, besarnya penetrasi internet tersebut malah akan menjadi malapetaka. Misalnya, suatu berita hoax atau faham radikal yang tersebar melalui internet, dapat dengan mudah diakses ratusan juta masyarakat Indonesia hanya dalam hitungan detik, dan itu hanya berjarak satu sentuhan jari saja," papar Bamsoet.