Dari sisi penjualan, APLN mencatatkan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun sepanjang 2025
Hingga Januari 2026, penerimaan negara tercatat Rp 172,7 triliun, dengan setoran pajak mencapai Rp 116,2 triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 masih dapat dikendalikan.
Kuartal III Tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp14,52 triliun
Pendapatan ditargetkan mencapai Rp1,94 triliun pada 2026, atau tumbuh 9,54 persen (yoy)
Sampai dengan akhir triwulan III-2025, kinerja APBN tetap terjaga dengan defisit 1,56 persen PDB dan keseimbangan primer yang positif
Pemerintah akan fokus pada peningkatan kepatuhan wajib pajak dan perbaikan tata kelola
Proyeksi total pendapatan hingga akhir tahun ditargetkan mencapai Rp36,7 triliun atau tumbuh sebesar 2%
Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menyampaikan bahwa capaian kinerja positif selama semester I-2025 ini merupakan hasil dari fondasi bisnis yang solid dan strategi perseroan yang dijalankan secara terukur dan konsisten.
Beda Pendapat soal Iran: Trump Pilih Diplomasi, Netanyahu Gunakan Kekuatan
Dari sisi operasional, pendapatan yang berhasil dihimpun sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.115,3 triliun
Laba bersih di 2024 tercatat sebesar lebih dari Rp593 miliar, naik 28 persen dari tahun 2023
Laba bersih PLN pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp17,76 triliun
EBITDA senilai USD10,79 Miliar setara Rp171,04 Triliun dan Laba Bersih senilai USD3,13 Miliar atau setara dengan Rp49,54 Triliun
Untuk PAD sendiri kata Rano, terdiri atas pajak daerah dengan realisasi sebesar Rp44,44 triliun, atau 98,82 persen dari target Rp44,98 triliun
Angka ini meningkat 2,1% dari Rp2,06 triliun di kuartal I 2024 seiring dengan kenaikan harga jual rata-rata logam timah
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp516,1 triliun atau 17,2 persen dari target sebesar Rp3.005,1 triliun
Kinerja keuangan perusahaan masih dipengaruhi oleh berbagai tantangan eksternal
Sementara itu laba bersih secara tahunan, tumbuh 28 % yang mencapai Rp 593 miliar
Pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 240,4 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 76,4 triliun