Krisis di Timur Tengah yang mengakibatkan terhentinya pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz memicu langkah cepat dari Jepang dan AS.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad menyatakan kemungkinan terbukanya kolaborasi sektor minyak dan gas dengan Amerika Serikat.
Angka itu terdiri atas produksi minyak 553.000 barel per hari (BOPD) dan gas 2,83 miliar kaki kubik standar per hari (BSCFD)