Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial
Merujuk data U.S. Geological Survey, Indonesia menduduki peringkat kedelapan sebagai negara penghasil emas terbesar dengan produksi tahunan mencapai 110 ton pada tahun 2023.
BUMN disebut bakal dilikuidasi alias bubarkan enam perusahaan melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)
Ambil Alih Kekuasaan, Menteri Kebudayaan Polandia Bakal Melikuidasi Media Pemerintah
Untuk itu, tahun ini Bank Indonesia bakal menaikkan insentif tersebut menjadi 4% mulai 1 Oktober 2023 mendatang
Perbankan Sehat, Tak Ada Likuidasi Bank Sepanjang 2022
Aktivitas luar negeri bersih tercatat mengalami kontraksi sebesar 5,3% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 4,0% (yoy) pada Agustus 2022
Jumlah injeksi likuiditas oleh BI sejak tahun 2020 hingga 31 Agustus 2021 mencapai Rp844,92 triliun atau setara 5,3% PDB.
Penguatan strategi operasi moneter terus dilakukan untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter akomodatif.
Penambahan likuiditas itu bersumber dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp510,09 triliun
Ppenyempurnaan ketentuan PBI RIM/PLM bagi BUK, BUS/UUS ini mempertimbangkan penyempurnaan PBI No. 22/14/PBI/2020
Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 minus 5,2% dan pada 2021 diperkirakan 4,2%
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Januari 2020 yang tinggi yakni 22,74%