AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama beberapa jam pada 5 September 2026, disertai suara gemuruh dan semburan merah menyala
Kesiapsiagaan nasional dalam kebencanaan harus ditingkatkan dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda antara pesisir barat Lampung dan Banten itu, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), Jumat (2/7)
Beberapa Kali Erupsi, Masyarakat Diimbau Tak Dekati Anak Krakatau
Berstatus Siaga Level III, Begini Kondisi Anak Krakatau Hingga Kamis Pagi
Kamis Dini Hari, Anak Krakatau Meletus Lagi
Meletus, Gunung Anak Krakatau Lontarkan Abu Setinggi 100 Meter
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) berada di Level 3. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat siap siaga dan waspada.
Belum Perlu Kenaikan, Gunung Anak Krakatau Tetap Berstatus Waspada.
Kolom abu yang diamati, kata dia, berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.