IAEA melaporkan bahwa para inspekturnya menemukan 73 ton logam uranium alam tak terlaporkan di lokasi baru di Deir el-Zour, Suriah.
Otoritas Republik Arab Suriah membongkar kasus korupsi bernilai lebih dari 8 juta dolar AS (sekitar Rp130 miliar) dari era Bashar al-Assad.