Pemerintah diminta agar tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia
Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno optimistis bahwa pemerintah mampu mengatasi potensi pelebaran defisit APBN 2026 akibat gejolak ekonomi global
DPR RI akan memastikan bahwa kemampuan fiskal APBN Tahun Anggaran 2026 tetap dapat menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat
Realisasi itu lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pembiayaan utang pada Januari tahun lalu, yang senilai Rp153,33 triliun
Hingga Januari 2026, penerimaan negara tercatat Rp 172,7 triliun, dengan setoran pajak mencapai Rp 116,2 triliun
Berdasarkan data realisasi per 31 Januari 2026, kinerja pendapatan dan belanja negara menunjukkan dinamika
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 masih dapat dikendalikan.
Dalam APBN 2026, disepakati pendapatan negara sebesar Rp3.153,58 triliun dan belanja negara sebesar Rp3.842,73 triliun
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 dalam Sidang Paripurna DPR RI hari ini, Selasa (23/9) menjadi tonggak penting bagi pembangunan nasional.
Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya distribusi pupuk yang tepat jenis, jumlah, waktu, dan harga untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Target pendapatan dan belanja negara dalam RAPBN 2026 akan menjadi tantangan besar di tengah kondisi global dan domestik yang penuh tekanan.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR RI yakni Adies Kadir, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal.