Mantan Presiden Rusia: Menghukum Rusia Membahayakan Umat Manusia

akhyar | Kamis, 07/07/2022 14:01 WIB


Mantan Presiden Rusia: Menghukum Rusia Membahayakan Umat Manusia Ilustrasi (foto: ft.com)

JAKARTA - Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev yang kini menjabat wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Rabu mengatakan upaya Barat untuk menghukum negara nuklir seperti Rusia membahayakan umat manusia. 

Negara-negara Barat pimpinan AS telah mempersenjatai Ukraina dan menjatuhkan berbagai sanksi pada Rusia sejak negara itu menginvasi Ukraina pada 24 Februari. Presiden AS Joe Biden bahkan menilai Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan penjahat perang.

"Gagasan untuk menghukum salah satu negara nuklir terbesar adalah hal yang absurd. Dan berpotensi mengancam keberadaan manusia," kata Medvedev.

Rusia dan Amerika Serikat menguasai sekitar 90 persen senjata nuklir di dunia, masing-masing memiliki sekitar 4.000 hulu ledak, kata Federasi Ilmuwan Amerika.

Baca juga :
Spurs Pertahankan Wilson Odobert di Tengah Minat Ipswich Town

AS adalah kerajaan yang menumpahkan darah di seluruh dunia, kata Medvedev, sambil menyebutkan pembunuhan terhadap penduduk asli Amerika, serangan nuklir AS di Jepang dan berbagai perang mulai dari Vietnam hingga Afghanistan.

Baca juga :
Arsenal Sepakat Rekrut Gelandang Muda Timnas Georgia

Dia mengatakan upaya menggunakan pengadilan internasional untuk menyelidiki aksi Rusia di Ukraina akan sia-sia dan berisiko memicu kerusakan global.

Ukraina dan sekutunya di Barat mengatakan pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang.

Baca juga :
6 Makanan Tinggi Protein untuk Anak yang Terjangkau

Mereka juga mengatakan Rusia berusaha merebut wilayah negara lain seperti kekaisaran, yang menyulut konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pada Minggu, Putin mengeklaim telah meraih kemenangan terbesar setelah tentara Ukraina ditarik mundur dari wilayah Luhansk.

Pasukan Rusia kemudian melancarkan serangan untuk merebut wilayah sebelahnya, Donetsk.

Luhansk dan Donetsk adalah dua wilayah yang membentuk Donbas, target utama pasukan Rusia sejak gagal merebut ibu kota Kiev di awal invasi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rusia Dmitry Medvedev senjata nuklir