
Pendukung Houthi mengacungkan senjata dan meneriakkan slogan-slogan di ibu kota Yaman, Sanaa, pada 8 Maret 2024. (FOTO: AFP)
JAKARTA - Parlemen Eropa mendesak Uni Eropa (EU) untuk memasukkan milisi Houthi dari Yaman ke dalam daftar resmi organisasi teroris. Anggota Parlemen Eropa (MEP) secara mayoritas mendukung resolusi yang meminta penetapan status teroris bagi sayap militer, sayap politik, kepemimpinan, serta aparat militer dan keamanan dari kelompok berdukungan Iran tersebut.
Resolusi non-pengikat tersebut menuntut pembekuan dana dan sumber daya ekonomi milik kelompok Houthi beserta para fasilitatornya, sekaligus melacak dan membubarkan seluruh saluran pendanaan bagi milisi tersebut. Kepala Kebijakan Luar Negeri EU, Kaja Kallas, menegaskan bahwa Houthi menggunakan "taktik teroris klasik yang dirancang untuk menebar ketakutan di kalangan masyarakat umum di kawasan maupun komunitas internasional".
Parlemen Eropa mengutuk keras serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk serangan mematikan yang menyasar Bandara Internasional Riyadh, infrastruktur energi, serta fasilitas sekolah. Lembaga legislatif EU tersebut menyatakan solidaritas penuh dan tidak tergoyahkan kepada Arab Saudi dan rakyatnya, serta menegaskan komitmen terhadap keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah Arab Saudi maupun Yaman.
Selain serangan lintas batas, resolusi tersebut mengecam eskalasi kekerasan Houthi di dalam negeri Yaman yang merusak kesepakatan gencatan senjata PBB tahun 2022. Parlemen Eropa mendesak Houthi untuk segera menghentikan seluruh permusuhan di dalam dan luar Yaman, menghentikan serangan terhadap jalur pelayaran internasional, serta menghentikan aksi represi terhadap warga sipil Yaman.
Teks resolusi tersebut turut mengecam peran destabilisasi rezim Iran yang terus menyuplai senjata, teknologi rudal dan drone, pelatihan, serta pendanaan bagi Houthi. Menanggapi gangguan lalu lintas maritim di Selat Bab Al-Mandab dan Laut Merah, MEP menyerukan negara-negara anggota EU untuk meningkatkan dukungan terhadap misi angkatan laut Eropa guna melindungi kapal-kapal komersial.
Agar status teroris tersebut resmi diberlakukan, seluruh negara anggota EU harus mencapai kesepakatan bulat. Langkah Parlemen Eropa ini memperkuat tekanan dari negara-negara Barat, menyusul kebijakan Amerika Serikat yang telah menetapkan Houthi sebagai Organisasi Teroris Asing pada tahun lalu, serta komitmen militer Inggris dan Prancis yang memperluas bantuan pertahanan bagi Arab Saudi.